Apa itu terapi wicara?

Date

Share Post:

Apa itu terapi wicara?
Terapi wicara adalah prosedur terapi atau pengobatan yang berfokus pada meningkatkan kemampuan bicara dan berbahasa pasien, termasuk bahasa nonverbal. Prosedur yang dilakukan oleh terapis terlatih ini menggunakan teknik untuk memperbaiki kemampuan komunikasi pasien.Terapi wicara bukanlah prosedur yang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Terapi ini membutuhkan kerja keras dan komitmen karena bisa berlangsung berbulan-bulan hingga beberapa tahun.Keterlibatan keluarga dan orang tua dalam terapi wicara dapat membuat terapi lebih efektif. Misalnya dengan melanjutkan sesi latihan di rumah.
Kenapa terapi wicara diperlukan?
Terapi wicara diperlukan bagi pasien dengan gangguan bicara dan bahasa dengan kriteria sebagai berikut:
• Gangguan pada artikulasi
Pasien dengan gangguan artikulasi akan mengalami kesulitan untuk menghasilkan suara atau mengucapkan suatu kata dengan jelas.
• Tidak lancar berbicara
Pasien dikatakan tidak lancar berbicara bila terjadi gangguan dalam alur, kecepatan, dan irama suara. Kondisi ini dikenal juga dengan gagap.Penderita gagap akan kesulitan untuk mengeluarkan suara dan ucapannya terhenti pada huruf-huruf tertentu, atau perlu mengulangi suatu suku kata.
• Gangguan resonansi
Gangguan resonansi menyebabkan suara menjadi kurang jelas. Kondisi ini terjadi karena adanya sumbatan aliran udara di rongga hidung atau mulut.Sumbatan aliran udara tersebut akan mengganggu getaran yang diperlukan untuk menghasilkan suara.
• Gangguan reseptif/ Gangguan pemahaman
Pasien dengan gangguan reseptif bisa mengalami kesulitan dalam memahami dan memproses apa yang kata-kata orang lain. Penderita akan nampak tidak tertarik ketika seseorang berbicara, kesulitan mengikuti arahan, atau memiliki kosa kata yang terbatas.
• Gangguan ekspresif / Gangguan pengutaraan
Gangguan ekspresif ditandai dengan kesulitan menyampaikan atau mengutarakan informasi. Pengidapnya akan kesulitan membentuk kalimat yang tepat.
• Gangguan kognitif
Gangguan kognitif bisa berupa gangguan ingatan, pemecahan masalah, sulit bicara, dan masalah pada pendengaran. Kondisi ini disebabkan oleh adanya cedera pada bagian otak yang berperan dalam fungsi berpikir.
• Afasia
Afasia merupakan gangguan dalam berbicara dan memahami orang lain. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kemampuan penderita untuk membaca dan menulis.

• Disartria
Kondisi disatria disebabkan oleh kelemahan otot yang berfungsi untuk berbicara, sehingga penderita akan bicara lebih lama dan cadel.
Siapa yang membutuhkan terapi wicara?
Terapi wicara diperlukan bagi:
• Anak-anak yang mengalami kelainan dalam berkomunikasi dan menelan
Pada anak, gangguan bicara dan menelan biasanya disebabkan oleh berbagai kondisi. Kondisi ini juga bisa menghambat interaksi sosial dan fungsi kognitif anak.
• Orang dewasa dengan gangguan komunikasi dan menelan
Orang dewasa bisa mengalami kelainan pada kemampuan bicara dan menelan akibat cedera atau penyakit tertentu, misalnya stroke atau cedera otak.
Seberapa sering Anda harus menjalani terapi wicara?
Frekuensi dan durasi terapi wicara yang dibutuhkan oleh tiap pasien akan berbeda-beda. Hal ini tergantung pada beberapa faktor berikut:
• Usia
• Jenis dan tingkat keparahan kelainan bicara
• Kondisi medis yang menyertai ganggau berbicara
• Pengobatan untuk gangguan medis yang menjadi kondisi penyerta
Beberapa jenis kelainan bicara mulai tampak sejak usia anak-anak dan bisa membaik seiring bertambahnya usia. Sedangkan jenis lainnya dapat terus dialami oleh penderita untuk waktu yang lama, bahkan hingga dewasa. Kondisi inilah yang biasanya memerlukan terapi wicara jangka panjang.Kelainan komunikasi yang disebabkan oleh stroke dan kondisi medis lainnya pun biasanya bisa membaik seiring proses penyembuhan.
Bagaimana terapi wicara dilakukan?
Prosedur terapi wicara berbeda-beda, tergantung pada usia pasien yang menjalaninya. Berikut penjelasannya:
1. Untuk anak-anak
Pada anak, terapi wicara dapat dilakukan secara berkelompok atau individual. Pilihan ini akan ditentukan oleh terapis berdasarkan kelainan bicara yang dialami oleh pasien.Jenis terapi wicara yang dilakukan pun akan diputuskan dengan mempertimbangkan kondisi, usia, dan kebutuhan anak.Selama terapi wicara, terapis akan melakukan hal-hal berikut:
• Berinteraksi dengan anak. Mulai dari bermain dan mengobrol, serta menggunakan buku, gambar, dan benda-benda untuk merangsang perkembangan bahasanya.
• Mencontohkan pelafalaan huruf, suara, dan suku kata yang benar dengan cara bermain peran.
• Membuat rencana terapi wicara di rumah yang dapat dilakukan bersama orang tua atau pengasuh.
2. Untuk orang dewasa
Terapi wicara pada pasien dewasa biasanya dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini:
• Latihan untuk memecahkan masalah, memori, organisasi, dan aktivitas lain untuk memperbaiki komunikasi kognitif
• Latihan bercakap-cakap guna memperbaiki komunikasi sosial
• Latihan pernapasan untuk memperbaiki resonansi
• Latihan yang berfungsi menguatkan otot mulut
Terapi wicara juga bisa melibatkan latihan menelan bagi pasien yang mengalami gangguan menelan akibat cedera atau penyakit tertentu. Misalnya, pada pengidap penyakit Parkinson atau kanker mulut.Mengingat terapi wicara termasuk prosedur yang bisa berlangsung lama (bahkan hingga beberapa tahun), dibutuhkan kerja keras dan komitmen yang besar untuk menjalaninya. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua, keluarga dan orang terdekat dalam terapi bisa meningkatkan efektifitasnya. Contohnya, dengan melanjutkan sesi latihan di rumah.

More
articles